Showing posts with label Football. Show all posts
Showing posts with label Football. Show all posts

Monday, October 23, 2017

10 Kiper Muda yang Pernah Bermain di Liga Champions

Bagi pemain muda, bermain di sebuah pertandingan di turnamen besar seperti Liga Champions jelas bukan perkara yang mudah. Tidak hanya skill semata, namun seorang pemain harus memiliki mental yang bagus kala bermain.

Di posisi penjaga gawang, seorang pemain muda akan mendapat tekanan yang lebih besar dibanding posisi-posisi lainnya. Namun hal ini tak menyurutkan niat sebuah klub untuk menurunkan kiper yang masih belum berpengalaman pada sebuah partai Liga Champions.

Berikut adalah 10 kiper muda yang dipercaya klubnya untuk bermain di Liga Champions.

10. Petr Cech (Sparta Praha)


Barriesview.com

Bermain untuk tim asal Republik Ceko, Cech cukup beruntung bisa mendapatkan debutnya di Liga Champions di usia yang masih cukup muda, yaitu 19 tahun 121 hari.

Pada pertandingan melawan Bayern Munchen itu, Cech tampil cukup mengesankan sampai laga berakhir imbang tanpa gol.

9. Timon Wellenreuther (Schalke 04)


Schalke04.de

Timon Wellenreuther mengawali debutnya di Liga Champions ketika usianya masih 19 tahun 77 hari. Pad apertandingan melawan raksasa Spanyol, Real Madrid itu, Wellenreuther harus kebobolan dua kali.

Wellenreuther saat ini berusia 21 tahun bermain untuk salah satu tim Eredivisie, Willem II, setelah musim lalu bermain untuk Mallorca.

8. Pepe Reina (Barcelona)


Metro.co.uk

Pepe Reina memang memulai karier sepakbolanya di Barcelona, sebelum kemudian namanya dikenal banyak orang ketika bermain untuk Liverpool. Di Barcelona, ia sempat melakoni laga debutnya di Liga Champions ketika melawan Fenerbahce di tahun 2001.

Pada pertandingan itu Barca menang atas lawannya dan Pepe Reina mencatatkan clean sheet alias tidak kebobolan.

7. David de Gea (Atletico Madrid)


Zimbio.com

Sebelum bermain di United, De Gea bermain untuk Atletico Madrid. Pada saat itulah ia tercatat sebagai salah satu penjaga gawang termuda di Liga Champions, di usia 18 tahun 10 bulan 23 hari.

Ketika itu De Gea dimainkan untuk menggantikan Roberto yang masih cedera untuk menghadapi Porto. Di laga debutnya itu, ia harus dua kali memungut bola dari gawangnya.

Saat ini, David De Gea alah penjaga gawang utama bagi Manchester United dan timnas Spanyol, serta menjadi salah satu kiper terbaik di dunia.

6. Maksim Kabanov (Spartak Moscow)


Barriesview.com

Pada tahun 2001, Spartak Moscow memberi kesempatan kepada Kabanov untuk bermain pada pertandingan pertama melawan Feyenoord di Moskow. Pada pertandingan yang berakhir dengan skor imbang 2-2 itu, Kabanov masih berusia 18 tahun 262 hari.

Saat ini, Maksim Kabanov sudah pensiun dari sepakbola. Terakhir ia bermain untuk FC SKA-Khabarovsk pada tahun 2014 lalu.



5. Adrian Semper (Dinamo Zagreb)


UEFA.com

Semper tercatat dua kali bermain di Liga Champions bersama Zagreb, di mana ia total kebobolan tujuh gol dari dua pertandingan mewaan Lyon dan Juventus itu. Pada debutnya di Champions League, ia masih berusia 18 tahun 245 hari pada pertandingan yang membuatnya tiga kali kebobolan kontra Lyon.

Saat ini, di usia yang ke-19 tahun, ia bermain di Lokomotiva sebagai pemain pinjaman dari Dinamo Zagreb.

4. Igor Akinfeev (CSKA Moskow)


Skysports.com

Igor Akinfeev memulai debutnya bermain di Liga Champions ketika ia masih berusi 18 tahun 159 hari. Pada pertandingan menghadapi Porto itu, ia berhasil mencatatkan cleen sheet sampai akhir laga.

Sampai saat ini, di usianya yang sudah menginjak 31 tahun, ia tetap setia bersama CSKA dengan mencatatkan lebih dari 300 kali pertandingan.

3. Nikolay Mihaylov (Levski Sofia)


Footizie.co.za

Nikolay Mihaylov adalah anak dari penjaga gawang legenda Bulgaria, Borislav Mihaylov, yang merupakan pemain dengan caps terbanyak kedua setelah Stiliyan Petrov.

pada pertandingan menghadapai Werder Bremen itu, Mihaylov yang masih berusia 18 tahun 124 hari harus rela memungut bola sebanyak tiga kali pada pertandingan yang berakhir dengan skor 0-3.

2. Iker Casillas (Real Madrid)


TheSun.co.uk

Casillas memulai debutnya di Liga Champions ketika Real Madrid menghadapi Olympiacos di Yunani. Kala itu itu masih berusia 18 tahun 117 hari dan harus kebobolan tiga gol dalam pertandingan yang berkesudahan imbang 3-3.

Setelah itu, Casillas menjadi salah penjaga gawang terbaik yang pernah dimiliki oleh Madrid, sebelum akhirnya harus rela dilepas ke Porto pada tahun 2015 lalu.

1. Mile Svilar (Benfica)


Standard.co.uk

Pada pertandingan Liga Champions beberapa waktu lalu, Benfica secara mengejutkan lebih memilih menurunkan kiper mudanya, Mile Svilar, ketika menghadapai Manchester United, dibanding kiper yang lebih senior, Julio Cesar.

Meski tampil baik secara keseluruhan dalam pertandingan itu, Svilar sempat membuat sebuah blunder yang membuat United bisa mencetak gol dan meraih tiga poin di kandang Benfica.

Ketika pertandingan itu, Svilar memecahkan rekor sebagai kiper termuda dalam sejarah Champions League pada usia 18 tahun 52 hari.


Saturday, October 21, 2017

10 Pertandingan Paling Mengejutkan yang Pernah Terjadi

Berikut ini 10 pertandingan mengejutkan yang banyak membuat banyak prediksi orang menjadi salah.

10. Man. United 8-2 Arsenal (2011)



Kemenangan 8-2 United yang digelar di Old Trafford itu tercatat sebagai kemenangan terbesar mereka ketika menghadapi Arsenal. hasil itu memang cukup mencolok, apalagi di klasemen akhir, Arsenal berada di peringkat ketiga, satu peringkat di bawah Setan Merah.

9. Barcelona 5-0 Madrid (2010)



El Clasico atau pertandingan antara Madrid vs Barcelona bisa dikatan sebagai pertandingan paling akbar di seluruh dunia. Sebagai kedua tim terbaik di Spanyol, dengan segala atribut pemain-pemain bintangnya, EL Clasico cukup jarang berakhir dnegan selisih gol yang mencolok.

Namaun, pada November 2010, Barcelona mampu membantai Madrid dengan skor 5-0 di Nou Camp. Di akhir musim itu, Barcelona mampu meraih gelar juara dengan selisih hanya tiga poin dari Madrid di posisi kedua.

8. Man. United 1-6 Man. City (2011)



Sejak City diambil alih oleh konglomerat Timur Tengah dan menjadi tim super, derby antara kedua tim dari kota Manchester ini selalu menarik untuk disaksikan. Pada musim yang sama ketika MU membantai Arsenal, The Red Devils juga harus menelan pil pahit dengan kekalahan telak 1-6 di kandang sendiri.

Hasil itu jelas sangat tidak mengenakkan, bukan hanya kekalahan memalukan tersebut, melainkan juga di ahir musim, United harus merelakan gelar juara kepada City yang pada klasemen akhir hanya menang selisih gol dari mereka. Kalau misalnya United bermain imbang saja kala itu, trofi juara tentu bisa mereka bawa pulang.

7. Barcelona 6-1 PSG (2017)



Pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions musim 2016-17, PSG secara mengejutkan mapu mengalahkan tim raksasa Spanyol, Barcelona dengan skor meyakinkan 4-0. Saat itu, banyak yang memprediksikan Barca akan sulit lolos ke perempat final karena harus menang dengan selisih minimal lima gol.

Bermain menyerang sejak peluit dibunyikan Barca langsung bisa mencetak gol di menit ketiga melalui Suarez. Pertandingan ini berlangsung sangat dramastis, di mana gdua gol penentu lolosnya Azulgrana tercipta di masa injury time, salah satunya melalui tiitk putih.

6. Senegal 1-0 Prancis (2002)



Berstatus sebagai juara bertahan, Prancis menjalani gelaran Piala Dunia 2002 di Korea (dan Jepang) dengan cukup payah. Mereka tidak mampu lolos dari penyisihan grup, bahkan menjadi juru kunci grup A dengan hanya satu poin. Padahala saat itu Prancis msaih diperkuat oleh beberapa pemain bintangnya eperti Zidane, VHenry, Trezeguet, dll.

Kekalahan paling menyakitkan tentu mereka derita kala bersua Senegal, di mana saat itu Prancis harus menerima kekalahan 1-0. Senegal pun lolos ke babak 16 besar sebagai runner-up grup di bawah Denmark.



5. Man. City 1-3 Leicester (2016)



Di musim 2015-16, Leicester tampil menjadi tim yang mengejutkan banyak pihak dengan berhasil menjadi juara Premier League. Dan hasil yang paling mengejutkan adalah kemenangan 3-1 The Foxes terhadap The Citizens.

Meskipun tidak terlalu besar, namun kemenangan tim kecil seperti Leicester di kandang City jelas sangat mengejutkan banyak kalangan.

4. Liverpool 3-3 AC Milan (2005)



Final Liga Champions 2004-05 antara Liverpool melawan Milan akan terus diingat oleh para pecinta sepakbola dunia, khusunya bagi pecinta The Reds.

Pada pertandingan yang diselenggarakan di Stadion Ataturk itu, Liverpool harus tertinggal 3-0 dari Milan pada 45 menit pertama. Di babak kedua, entah apa yang dikatakan Rafa Benitez kepada para pemainnya, Liverpool langsung tampil menggebu sampai akhirnya bisa menyamakan skor menjadi 3-3.

Keajaiban berakhir manis bagi Liverpool, ketika pada adu tendangan penalti, mereka berhasil menang dengan skor 3-2 dan menjadi juara Liga Champions untuk kelima kalinya.

3. Korea Selatan 2-1 Italia (2002)



Sebagai tuan rumah, Korea Selatan tampil cukup konsisten di Piala Dunia 2002 dengan mengalahkan beberapa tim besar lainnya seperti Portugal, Italia dan Spanyol. Dan salah satu pertandingan mengejutkan lainnya adalah kemenangan 2-1 Taegeuk Warriors atas Italia.

Gol penentu kemenangan Korsel waktu dicetak oleh di babak extra time melalui golden goal dari Ahn Jung-hwan. Setelah pertandingan itu, Ahn justru dipecat oleh Perugia dan bahkan si pemilik klub sempat berujar tidak mau membayar gajinya.

2. Yunani 1-0 Portugal (2004)



Pada Piala Eropa 2004, Yunani tampil sebagai kuda hitam yang tidak diperhitungkan sebelumnya. Di babak penyisihan, mereka mereka berada di grup yang sama dan Yunani berhasil menang 2-1 atas Portugal. Namun, Yunani akhirnya hanya menjadi runner up grup di bawah Portugal.

Kedua tim ini bertemu lagi di final, sebuah pencapaian yang mengesankan bagi Yunani karena mengalahkan Prancis dan Republik Ceko sebelum sampai ke final. Di final, Yunani kembali mempermalukan Portugal yang saat itu berstatus tuan rumah.

1. Brasil 1-7 Jerman (2014)



Berstatus sebagai tuan rumah yang diprediksi banyak pihak bisa menjadi juara, kiprah Brasil justru hanya terhenti sampai di semi final. Lebih menyesakkan lagi, pada semi final itu mereka justru kalah telak oleh Jerman dengan skor 1-7.

Di perebutan peringkat ketiga, Brasil lagi-lagi harus menerima kekalahan, kali dengan 0-3 dari Belanda, Sementara itu, Jerman berhasil menjadi juara untuk keempat kalinya.


Thursday, October 19, 2017

10 Laga Uji Coba Teraneh yang Pernah Digelar

Laga uji coba pra-musim adalah persiapan dari berbagai klub untuk mempersiapkan tim mengarungi musim yang baru. Tidak hanya untuk menjajal kemampuan tim, biasanya ada tujuan komersil juga di balik laga ujicoba itu.

Namun ada juga alasan aneh dibalik digelarnya sebuah pertandingan persahabatan, yang mungkin tak pernah terencana sebelumnya. Beerikut ini 10 laga uji coba teraneh yang pernah digelar.

1. Plymouth Argyle vs Real Madrid (2006)



Kejadian ini bermula ketika di tahun 2006 merencanakan sebuah pemusatan pelatihan pra-musim terakhir di Austria. Akan tetapi, ketika mencari hotel yang bagus untuk mereka tempati, ternyata hotel itu sudah dipesan oleh Plymouth Argyle, sebuah tim yang saat itu berada di kasta kedua sepakbola Inggris.

Setelah melalui perdebatan yang rumit, Plymouth akhirnya sepakat untuk pindah dan mencari hotel baru. Namun Real Madrid yang saat itu masih diasuh oleh Fabio Capello membalas kebaikan mereka dengan menyetujui adanya pertadningan persahabatan.

Ratusan fans Plymouth pun berbondong-bondong datang ke Austria untuk menyaksikan pertandingan bersejarah bagi klub tersebut. Laga itu sendiri berakhir dengan kemenangan tipis 1-0 dari Madrid, melalui gol penalti Julio Baptista.

2. Fluminense U23 vs Exeter City (2014)



Exeter barangkali menjadi tempat yang penting dalam sejarah sepakbola Amerika Selatan. Tim dari divisi bawah sepakbola Inggris itu adalah lawan pertama bagi timnas Brasil di tahun 1914.

Seratus tahun kemudian, tim merah-putih itu kembali diundang ke Estadio das Laranjeiras untuk bermain melawan Fluminense U-23. Pertandingan itu berakhir tanpa gol, dan menjadi pertandingan paling menarik menurut manajer Exeter, Paul Tisdale.

3. Juventus vs Notts County F.C.



Alih-alih mengundang tim-tim besar sebagai pembukaan stadion baru, Juventus justru mengundang tim kasta bawah liga Inggris, Notts County. Bukan tanpa alasan, itu karena Juventus memiliki satu cerita menarik di masa silam dengan The Magpies.

Pada tahun 1903, raksasa Italia itu mengubah warna jersey mereka dari pink menjadi putih-hitam atas saran dari seorang penggemar Notts County bernama John Savage. Dan sampai sekarang pun, baik Juventus maupun Notts County masih memakai jersey dengan warna yang sama.

Pertandingan yang merupakan pembukaan bagi stadion Juventus Arena ini berakhir dengan hasil imbang Juventus 1-1.

4. Bamber Bridge vs Rep. Ceko



Timnas Republik Ceko adalah kuda hitam yang di Piala eropa 1999, di mana tim yang tidak diunggulkan itu berhasil mengalahkan tim-tim kuat semisal Italia, Portugal, dan Prancis untuk menempati peringkat kedua turnamen.

Ada satu yang unik, dalam perjalanan mereka sebelum pergi ke Euro. Mereka melakoni laga uji coba acak melawan Bamber Bridge, sebuah tim yang berlaga di kasta bawah sepakbola Inggris.

Pertandingan itu dijadikan sebagai hiburan atas tidak bisanya mereka promosi karena gagal verifikasi. Dalam pertandingan di musim panas yang disaksika 2.300 penonton itu berakhir dengan kekalahan tim kandang dengan skor 9-1.

5. Aylesbury United vs Inggris



Timnas Rep. Ceko bukanlah negara pertama yang harus behadapan dengan tim papan bawah. Delapan tahun sebelum itu, Bobby Robson dkk beruji coba dengan tim kasta bawah, Aylesbury United.

Saat itu, pasukan The Three Lions menampilkan pemain-pemain utama seperti Gary Lineker, Chris Waddle, dan John Barnes. DI depan 6.031 penonton itu, mereka menang 7-0.

Lapax Theme

6. Leeds United vs FC Gherdeina (2014)



Ketika baru saja diakuisisi oleh Massimo Cellino pada musim panas tahun 2014, Leeds melakoni tur pra musim di Itlaia. Tetapi, bukannya menghadapi Juventus atau Roma, mereka justru berlatih tanding dengan sebuah tim amatir, FC Gherdenia.

Pada pertandingan itu, Matt Smith mencetak enam gol pada kemenangan 16-0 tim yang saat itu dimanajeri oleh David Hockaday.

7. Histon FC vs Real Sociedad (2013)



Setelah tidak jadi melawan Tottenham U-21, Real Sociedad mengalihkan pertandingan pra-musimnya dengan menghadapi tim kecil yang baru saja terdegradasi dari Conference North Histon FC.

Real Sociedad yang saat ini melakukan persiapan untuk mengarungi La Liga sekaigus Liga Champions berhasil memenangkan pertandingan dengan skor akhir 8-1. Sesuai pertangingan, penyerang Sociedad asal Meksiko, Carlos Vela melampiaskan kekesalannya di twitter tentang pertandingan itu.

8. Shamrock Rovers vs Real Madrid (2009)



Pertandingan itu digelar atas undaangan pihak Shamrock sebagai peresmian stadion baru mereka, Tallaght Stadium. Pertandingan itu juga sebagai debut Cristiano Ronaldo bersama Madrid setelah ditarnsfer dari Manchester United.

Pertandingan itu berakhir dengan skor tipis 1-0 untuk kemenangan Real Madrid melalui gol Karim Benzema.

9. Leeds United vs Leeds United (2014)



Masih pada tur pra-musim yang sama setelah Leeds diambil alih ole Cellino, setelah menang 16-0 atas Ghardenia, mereka direncanakan bertanding melawan tim asal Rumania, Viitorul Constanta. Akan tetapi pertandingan itu gagal terlaksana.

Untuk menenangkan para fans yang mulai meninggalkan stadion, anak-anak asuhan David Hockaday itu memutuskan untuk membagi tim menjadi dua dan saling bertanding satu sama lain.

10. Valencia Mestalla vs Pontypridd Town (2014)



Pontypridd Town adalah tim divisi bawah as Wales yang entah bagaimana bisa mendapat kesempatan untuk bertanding dengan tim reserves La Liga, Valencia Mestalla.

Pertandingan iut berakhir dengan kemenangan 3-0 untuk kemenangan Valencia Mestalla. Tidak berakhir sampai di situ saja, di tahun 2015 mereka kembali bisa mendapat kesempatan untuk mengahadapi tim reserves La Liga lagi, kali ini Deportivo La Coruna yang dihadapi.


Tuesday, October 10, 2017

10 Bek Tersubur Sepanjang Sejarah Premier League


Tugas utama seorang bek adalah menghalau setiap serangan dari pemain-pemain lawan agar lawan tidak bisa membobol gawang. Akan tetapi, seorang bek bisa saja memiliki kesempatan untuk mencetak gol. Biasanya seorang bek mencetak gol melalui skema bola mati, baik melalui tendangan bebas ataupun tendangan pojok.

Di Premier League, yang diklaim sebagai liga terbaik di dunia, banyak bek yang tidak hanya jago meghalau lawan, namun juga piawai dalam mencetak gol. Berikut kami merangkum 10 bek yang paling subur di Premier League versi fourfourtwo.

 

10. Sami Hyypia


Liverpool Echo

Sami Hyypia adalah salah legenda yang akan selalu dikenang dan dihormati oleh para fans Liverpool. Duetnya bersama Jamie Carragher bisa dikatakan sebagai duet bek Liverpool terbaik sampai saat ini.

Selain piawai dalam bertahan, pemain asal Finlandia ini juga cukup produktif dengan catatan 22 gol di kompetisi Premier League.

9. Joleon Lescott


Metro

Lescott adalah seorang bek yang cukup tangguh selama bermain yang pernah bermain di tim elit Premier League seperti Everton dan Manchester City. Saat ini pemain berusia 35 ini berstatus free-agent.

Meski memiliki ceder kambuhan yang sedikit-banyak menghambat kariernya, Lescott telah mencetak 23 gol selama 17 tahun bermain di Premier League.

8. Julian Dicks


Alchetron

Selama aktif bermain, Julian Dicks berposisi sebagai bek kiri. Ia sempat dijuluki sebagai The Terminator karena memiliki permainan yang lugas dan tak kenal kompromi. Pria yang saat ini 49 tahun ini terknela memiliki kemampuan untuk mengeksekusi tendangan bebas dan tendangan penalti.

Selama bermain di Premier League bersama Birmingham City, West Ham United, dan Liverpool, Dicks telah menorehkan 24 gol.

7. William Gallas


Telegraph

Di Premier League, Gallas pernah bermain untuk tiga tim papan atas asal London: Chelsea, Arsenal, dan Tottenham. Di Arsenal, Gallas sempat mendapatkan nomor punggung 10, nomor yang tidak lazim untuk seorang bek tengah.

Selama bermain di tim-tim asal London itu, pemain asal Prancis ini telah 25 kali membobol gawang lawan.

6. Gary Cahill


Chelsea FC

Saat ini, Cahill bermain di Chelsea dan menjadi kapten di sana sebagai suksesor John Terry. Bek tengah ini tercatat pernah memperkuat tiga klub di Premier League: Aston Villa, Bolton Wanderers, dan Chelsea. Dari tiga tim itu, ia berhasil mencetak 27 gol dan 11 assist.

Jumlah gol Cahill tentu masih bisa terus bertambah karena ia masih cukup konsisten bermain di Premir Leage bersama The Blues.



5. Ian Harte


BBC

Ian Harte adalah seorang bek kiri yang mengawali karier profesionalnya bersama Leeds United di tahun 1996. Sebagai seorang kidal, ia sering menggunakan kaki kirinya untuk mengeksekuis tendangan bebas maupun tendangan penalti.

Pemain asal Irlandia ini tercatat telah mencetak 28 gol dan 9 assist selama ia bermain di 238 pertandingan di Premier League.

 

4. Leighton Baines


Sky Sports

Sampai saat ini, emain berusia 32 tahun ini masih aktif bermain untuk Everton. Leighton Baines adalah seorang bek kiri yang dikenal sebagai spesialis bola mati bagi tim yang ia bela. Ia bisa mencetak gol dari tendangan bebas maupun tendangan penalti.

Sampai sejauh ini, pemain yang masih dipercaya sebagai pemain inti di Everton (bahkan dipercaya sebagai kapten) telah mencetak 30 gol di Premier League, ditambah 56 assist.

3. Ian Marshall


Alchetron

Tak mengherankan kalau misalnya ian Marshall bisa mencetak cukup banyak gol, karena selain bisa bermain sebagai bek tengah, ia juga sering bermain di posisi penyerang.

Sepanjang karier sepakbola profesionalnya, pemain yang memulai kerier bersama Everton ini telah mencetak 94 gol dari 411 pertandingan, di mana 33 gol di anatranya ia cetak di kompetisi Premier League.

2. David Unsworth


Alchetron

Pemain yang dijuluki sebagai "Rhino" (badak) ini adalah seorang pemain belakang yang memangg sering bermain dengan mengandalkan fisiknya yang kuat. Pemain yang berposisi sebagai bek tengah bertinggi 185 cm ini dikenal karena memiliki keunggulan sebagai eksekutor bola mati, terutama dari titik putih.

Pemain yang lama bermain di Everton ini selama kariernya telah mencetak 45 gol (38 golnya di kompetsi Premier League) dan sebagian besar ia cetak untuk Everton. Saat ini, ia menjadi manajer bagi tim U23 Everton yang berkompetisi di Premier League 2.

1. John Terry


Chelsea FC

John Terry hanya membela tiga sepanjang karier sepakbola profesionalnya: Chelsea, Nottingham Forest (sebagai pinjama), dan saat ini ia membela Aston Villa.

Terry adalah bek tengah yang tak hanya tangguh di lini pertahanan, namun juga piawai dalam mencetak gol melalui duel udara dalam situasi bola mati. Total ia telah mencetak 46 gol sejak memulai karier di tahun 1998.


10 Pesepakbola yang Beralih Menjadi Politikus (part 2)

Berikut adalah lanjutan dari artikel yang sebelumnya.

6. Oleg Blokhin



Oleg Blokhin adalah mantan pesepakbola Uni Soviet yang sempat terpilih sebagai anggota parlemen (Verkhivna Rada) dari Partai Hromada, salah satu partai komunis di Ukraina, pada tahun 1998.

Di tahun 2002, ia terpilih lagi untuk kedua kali dan bergabung dengan Social Democratic Party of Ukraine (united).

7. Bebeto



Bebeto adalah mantan bintang tim nasional Brasil dan menjadi top skor keenam bagi timnas negeri Samba dengan 39 gol yang dicetaknya dari 75 pertandingan. Bersama Romario ia adalah salah satu pemain penting bagi Brasil dalam meraih gelar juara Piala Dunia 1994.

Pada pemilu di Brasil tahun 2010, ia terpilih menjadi anggota legislatif di Rio de Janeiro dari Partai Buruh Demokratik.

8. Romário



Romario adalah salah satu pemain yang bisa mencetak lebih dari 1000 gol dalam kariernya. Bagi tim nasonal Brasil, ia adalah top skor ketiga dengan 55 gol yang dicetaknya di kancah internasional.

Bersama Bebeto, pada pemilu tahun 2010 dia juga terpilij sebagai anggota dewan dari Partai Sosialis brasil untuk daerah Rio de Janeiro.



9. Pelé



Pelé bisa dikatakan sebagai pesepakbola terbaik sepanjang masa yang namanya akan selalu diingat oleh setiap generasi. Ia terpilih sebagai pemain terbaik FIFA di tahun 1999, dan dengan 1281 gol, ia masuk di  Guinness Book of World Records.

Pelé terlibat dalam sejumlah hal di dunia politik termasuk di PBB dan UNICEF, serta secara terbuka telah menyatakan bahwa dia ingin memerangi korupsi di negara asalnya, Brasil.

10. Gianni Rivera



Gianni Rivera adalah mantan pemain AC Milan dari tahun 1960-an sampai 1920-an dan juga pemain timnas Italia di zamannya. Rivera adalah salah satu dari pemain 100 pemain terbaik FIFA sepanjang masa.

Rivera mulai kariernya di dunia politik di tahun 1986 dan menjadi anggota parlemen Italia dari Partai Demokrasi Kristen. Dia bahkan juga menjabat sebagai sekretaris di bawah pemerintahan Romano Prodi sebelum menjadi anggota non-inscrit Parlemen Eropa (MEP).


Monday, October 9, 2017

10 Pesepakbola yang Beralih Menjadi Politikus (part 1)

Menjadi politikus setelah pensiun dari sepakbola bukanlah sesuatu yang umum. Biasanya, para pemain akan menjadi pelatih atau manajer tim setelah mereka gantung sepatu.

Namun, bukan berarti tidak ada pesepakbola yang tertarik dengan menjadi seorang politisi. Buktinya 10 pesepakbola ini justr memilih beralih menjadi politikus.

1. George Weah



Mantan pemain AC Milan ini bisa dikatakan sebagai pemain terbaik Afrika sepanjang masa. Terbukti pemain asal Liberi ini telah memenangkan gelar Pemain Terbaik Afrika selama tiga kali.

Weah yang pensiun pada tahun 2013, akhirnya memutuskan untuk terjun ke ranah politik dua tahun berikutnya. Bahkan di tahun 2015, Weah sempat mencalonkan menjadi presien Liberia, meskipun kalah dari calon lain, Ellen Johnson Sirleaf.

2. Andriy Shevchenko



Mantan bintang AC Milan ini sempat memutuskan untuk menjajal dunia politik dengan menjadi bagian dari tim sukses Viktor Yanukovych di pemilihan presiden Ukraina tahun 2014.

Setelah gantung sepatu pada Juni 2012, Sheva bergabung dengan partai politik Ukraine – Forward! (awalnya dikenal sebagai Social Democratic Party of Ukraine (united). Setelah dari dunia politik, Shevchenko akhirnya memutuskan kembali ke dunia sepakbola. Saat ini, ia menjadi pelatih kepala di timnas Ukraina.



3. Marc Wilmots



Setelah gantung sepatu pada tahun 2003, Wilmots langsung memutukan untuk masuk ke dunia politik. Sebagai pesepakbola, ia telah mencetak 28 gol dalam 70 cpas bersama timnas Belgia.

Pada tahun 2003 itu, ia terpilih sebagai anggota Senat untuk partai liberal, Gerakan Reformis ((Mouvement Réformateur or MR). Namun, di tahun 2015 ia memilih mundur dan kembali ke dunia sepakbola dengan menjadi seorang pelatih. Bahkan di tahun 2012, ia menjadi pelatih timnas senior Belgia.

4. Hakan Şükür



Hakan Sükür diingat oleh pecinta sepakbola karena ia adalah pencetak gol tercepat dalam sejarah Piala Dunia. Ia mencetak gol di detik ke-11 ketika melawan Korea Selatan di tahun 2002.

Pada tahun 2011, Hakan Şükür terpilih sebagai anggota Majelis Agung Nasional Turki dari Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP). Namun tidak bertahan lama, ia kemduain mengundurka diri di tahun 2013 dan menjadi pandit sepakbola untuk Radio dan Televisi Turki.

5. Dejan Savicevic



Dejan Savicevic adalah mantan pemain AC Milan di tahun 1990-an dengan torehan 20 gol dari 97 pertandingan. Savićević pensiun di tahun 2011 dan menjadi presiden Asosiasi Sepakbola Montenegro (FSCG) di tahun 2014.

Baca kelanjutannya di sini


Thursday, October 5, 2017

10 Kiper Pencetak Gol Terbanyak Sepanjang Masa

Tugas utama seorang kiper adalah menjaga gawangnya agar tidak kebobolan dalam suatu pertandingan. Namun, selain piawai dalam menjaga gawang, ada juga kiper-kiper di seluruh dunia yang bisa mencetak gol.

Tidak hanya satu-dua, bahkan sampai ada yang mencetak lebih dari seratus gol. Jumlah yang fantastis untuk ukuran penjaga gawang. Untuk itu, berikut 10 kiper pencetak gol terbanyak sepanjang masa.

10. Misael Alfaro (31 Gol)


Wikipedia

Misael Alfaro adalah penjaga gawang yang berasal dari El Salvador yang total telah mencetak sebanyak 31 gol (11 di antaranya melalui titik putih). Setelah pensiun di tahun 2010 bersama Isidro Metapán, kini ia menjadi asisten manajer di sana.

9. Hans-Jörg Butt (32 Gol)


IMDb

Hans-Jörg Butt adalah pesepakbola asal Jerman yang lahir 28 Mei 1974. Ia total telah mencetak 32 gol selama kariernya, membuat namanya masuk rekor sebagai kiper pencetak terbanyak di Bundesliga.

Kesemua gol yang dicetak Butt adalah melalui tendangan penalti, yang sebagian besar dicetaknya ketika masih membela Hamburger SV (19 gol). Ia gantung sepatu pada tahun 2012 bersama Bayern Munich.

8. Jorge Campos (34 Gol)


Azteca Deportes

Seluruh karier Jorge campos tidaklah hanya menjadi kiper, karena ia juga pernah menjadi seorang striker. Kiper yang suka mengenakan kostum berwarna terang dan meriah ini mencetak 31 dari 34 golnya untuk tim pertamanya Pumas UNAM.

Sebagai kiper, ia adalah penjaga gawang terpendek di dunia, karena hanya memiliki tinggi 168 cm. Pemain yang kini berusia 50 tahun ini memiliki 130 caps bersama timnas Meksiko dan juga pernah menjadi asisten pelatih timnas selama periode 2004 sampai 2006.

7. Márcio (34 Gol)


Diario do Nordeste

Márcio Luiz Silva Lopes Santos Souza atau biasa dipanggil dengan Márcio, adalah kiper yang berasal dari Brasil berusia 26 tahun. Marcio diketahui telah mencetak sebanyak 34 gol sepanjang kariernya.

6. Fernando Patterson (35 Gol)



Fernando Patterson adalah kiper asal Kosta Rika kelahiran 11 Februari 1970 (47 tahun). Ia lebih banyak menghabiskan karier sepakbolanya di Guatemala, sampai memutuskan pensiun tahun 2013 bersama Xelaju, salah satu tim asal Guatemala,

Patterson secara total mencetak 35 sepanjang 35 tahun kariernya, di mana sebagian besar gol dicetaknya untuk Xelaju.



5. Dimitar Ivankov (42 Gol)


Alchetron

Dimitar Ivankov adalah seorang kiper asal Bulgaria kelahiran 30 October 1975 ini telah mencetak 42 gol sepanjang karier profesionalnya sebagai kiper. Dari ke-42 gol, semuanya ia cetak melalui tendangan penalti.

4. Johnny Vegas Fernández (45 Gol)


Alchetron

Penjaga gawang asal Peru kelahiran 9 Februari 1976 ini total telah mencetak gol sepanjang 30 tahun kariernya sebagai kiper. Johnny Vegas mencetak sebagian besar golnya (20 gol) untuk tim pertama yang ia bela, Sport Boys.

3. René Higuita (48 Gol)


Diez.hn

Penjaga gawang yang terkenal dengan tendangan kalajengking atau scorpion kick ini total telah mencetak 41 gol sepanjang kariernya. Untuk timnas Kolobia, kiper kelahiran 27 August 1966 ini berhasil mencetak tiga gol. Saat ini, Rene Higuita menjadi pelatih kiper di tim Atletico Nacional.

2. José Luis Chilavert (67 Gol)


FIFA.com

Di urutan kedua ini ada penjaga gawang legendaris asal Paraguay, José Luis Chilavert. Kiper yang dijuluki sebagai El Buldog ini memang sering mengenakan kostum bergambarkan kartun buldog.

Chilavert memegang rekor sebagai kiper yang menceak terbanyak di pentas internasional dengan delapan gol. Dan ia juga satu-satunya yang pernah mencetak tiga gol dalam satu pertandingan (hattrick).

1. Rogério Ceni (131 Gol)


Eurosport

Inilah kiper yang bisa mencetak gol paling banyak sampai saat ini. 131 golnya bahkan mengungguli pemain non-kiper seperti Andrea Pirlo, Patrick Vieira, atau bahkan Roberto Carlos.

Rogerio Ceni yang pensiun pada 2015 lalu ini total mencetak 131 gol, 61 gol dari tendangan bebas dan 69 dari tendangan penalti. Dan semua golnya itu hanya ia persembahkan untuk Sao Paulo yang memang menjadi satu-satunya klub yang ia bela sejak awal kariernya di tahun 1992 dengan mencatatkan 1237 pertandingan.